Puskesmas Sekupang melaksanakan Pemantauan menelan obat TBC dan pemberian terapi pencegahan TBC
Senin, 9 Februari 2026, Tim Puskesmas Sekupang melaksanakan kegiatan Pemantauan menelan obat TBC dan pemberian terapi pencegahan TBC pada salah satu pasien TBC di Wilayah Kerja Puskesmas Sekupang. Kegiatan tersebut untuk memastikan pasien minum obat harian selama minimal 6 bulan, sementara TPT diberikan kepada individu berisiko tinggi (kontak serumah/HIV) untuk mencegah TB laten menjadi aktif. Pemantauan menelan obat atau biasa di singkat PMO adalah seseorang yang di percaya untuk memantau penderita TB Paru minum obat secara teratur seperti nakes, anggota keluarga maupun kader. Selain mendapatkan pemantauan pasien dan keluarga juga diberikan edukasi dan konseling seputaran TBC dan semangat untuk terus minum obat hingga sembuh.
Berdasarkan data terbaru dari Global Tuberculosis Report 2024 dan laporan Kementerian Kesehatan RI, Indonesia saat ini masih menempati peringkat kedua dunia dengan jumlah kasus TBC terbanyak setelah India. Penurunan kasus TBC juga menjadi ASTA CITA Presiden Indonesia, sebagai program prioritas kesehatan dalam visi-misi pemerintah (Prabowo-Gibran) untuk mencapai eliminasi TBC 2030. Fokus utamanya adalah skrining aktif (mobile X-ray), pengobatan tuntas, dan peningkatan layanan kesehatan untuk menekan angka kasus tertinggi kedua di dunia.
Kenali gejala TBC dan segara lakukan pemeriksaan jika anda maupun keluarga mengalami gejala TBC. Gejala utama TBC (Tuberkulosis) aktif adalah batuk berdahak atau berdarah yang berlangsung lama (lebih dari 2-3 minggu), sering disertai nyeri dada, demam (seringkali ringan/sumang-sumang pada sore/malam hari), keringat malam tanpa aktivitas, penurunan berat badan drastis, nafsu makan hilang, dan lelah berkepanjangan.
